
Thursday, October 23, 2008

ziarah ke makam papa pagi ini.
Pagi ini pukul 4.30 pagi,
Hujan rintik" menyertai perjalanan ku menuju makam papa.
Angin terasa sangat dingin, langit gelap dan mendung.
Coz dari semalam hujan deras n gak berhenti".
Kali ini ziarah ke makam papa untuk memperingati 100 hari meninggalnya papa,
dan juga menurut adat istiadat di sini untuk meresmikan makam papa yang baru jadi.
Jadi nya untuk hari ini aku ijin gak masuk sekolah.
Setelah melihat makam papa yang sudah jadi,
aku sempat berpikir,
Apalah arti nya hidup ini, kalau toh nantinya semua orang akan kembali ke tanah juga? Smua nya yang telah kita dapatkan dan kita cari selama hidup kita nanti akan kita tinggalkan, harta, uang, kenangan, dsb.
Hanya sebuah tubuh kaku yang terbujur di tempat peristirahatan terakhir.
Sempat aku meneteskan air mata, karna aku teringat pada papa
dan mungkin juga karna kesedihan ku,
beberapa bulan yang lalu aku masih bisa berkumpul dengan papa, di anterin sama papa ke sekolah, temenin papa ke dokter, pergi makan sama papa, dsb. Tapi kini yang kulihat di hadapan ku adalah sebuah makam tempat peristirahatan papa untuk selama nya dan jasad papa yang terkubur di dalam tanah.
aku yang berdiri di depan makam papa.
Kemudian aku mulai menelaah apa yang ku pikirkan,
Aku harus tegar dalam menjalani hidup ini,
coz papa pasti ngga mau liat ak dan keluarga sedih terus,
lagi pula, aku yakin, pasti papa sudah damai dan tenang di alam sana.
Smua ini sudah merupakan kehendak Tuhan dan merupakan yang terbaik.
Aku bahkan kita sebagai manusia hanya bisa menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, ciptakanlah kesan yang baik di mata semua orang (tidak berarti munafik) dan cari lha ilmu sebanyak" nya. Hidup ini memang harus di maknai. Toh kita semua tidak tau kapan waktu kita tiba, bisa aja nanti, besok, lusa, atau kapan saja tergantung dengan kehendak-Nya.

Posted @ [
6:03 PM]
